Benarkah Seorang Pemarah Berisiko Menderita Hipertensi?

Sifat pemarah bagi seseorang akan terlihat buruk bagi orang-orang disekitarnya, terlebih bagi kesehatan. Ya, sifat pemarah ternyata merupakan emosi negatif yang berdampak memicu tekanan darah tinggi, atau biasa disebut Hipertensi.

Benarkah Seorang Pemarah Berisiko Menderita Hipertensi?

Bagaimana sifat pemarah berpengaruh pada Hipertensi? Hal ini dijelaskan oleh seorang ahli kesehatan seperti yang dikutip dari laman Heath Kompas. Dokter Arieska Ann Soenarta, SpJP (K) menjelaskan, saat marah-marah terjadi peningkatan hormon adrenalin di tubuh. Hormon adrenalin tersebut menyebabkan pembuluh darah mengecil, dan berdampak pada tekanan darah meningkat.

Kebiasaan marah-marah juga menyebabkan stress dan berdampak langsung pada detak jantung meningkat cepat. Jika Hipertensi tetap tidak bisa terkontrol dengan baik, maka sudah pasti berisiko pada gangguan penyaki berbahaya seperti Jantung dan Stroke.

Maka dari itu, yang terpenting bagi mereka penderita Hipertensi, tidak harus selalu bergantung pada obat tapi cobalah untuk menjaga pola makan sehat untuk mengontrol tekanan darah, mereka juga harus mengontrol emosi. Cobalah untuk rileksasi sejenak agar lebih tenang sehingga dapat menurunkan hormon-hormon yang mempersempit pembuluh darah. Rileksasi dapat dilakukan dengan cara menarik napas dalam-dalam ataupun meditasi.

Sayangnya tidak banyak orang yang sadar jika Hipertensi sedang diderita di dalam tubuh mereka sehingga tekanan darahnya jarang terkontrol. Padahal jumlah penderita Hipertensi di Indonesia memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di tahun 2013 saja, di Indonesia terdapat 25,8% pasien Hipertensi yang bisa saja meningkat akibat pola hidup yang dijalani tidak sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Harga Diskon Menarik Pada Setiap Pembelian QnC Jelly Gamat, Selengkapnya Klik Disini !