Sakit Kepala Belakang Akibat Darah Tinggi

Pada umumnya, seseorang dikatakan menderita darah tinggi (Hipertensi) jika sudah melakukan setidaknya 3 kali pengukuran darah berturut-turut dalam kurun waktu yang berbeda dan menunjukan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Bahwa hasil pemeriksaan tekanan darah tinggi hanya satu kali belum bisa benar-benar dinyatakan menderita Hipertensi sebab secara alami tekanan darah dapat meningkat saat seseorang menjalani aktivitas, kondisi stress dan masih banyak lagi.

Sakit Kepala Belakang Akibat Darah Tinggi

Baru jika dalam kesekian kalinya hasil pemeriksaan tekanan darah adalah lebih dari normal, maka bisa divonis bahwa pasien tersebut menderita darah tinggi. Di tahapan awal, terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi tekanan darah tinggi adalah melakukan dengan segera perubahan gaya hidup. Diantara yang bisa dilakukan, antara lain :

  1. Mulai berolahraga teratur, minimal 3 kali dalam seminggu dan 30 menit setiap kalinya.
  2. Olahraga yang bisa dilakukan cukup berjalan kaki, jogging dan berenang.
  3. Mengurangi berat badan Anda saat ini.
  4. Mengurangi asupan garam.
  5. Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.
  6. Mulai menambah asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran.
  7. Berhenti dari kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok.

Dengan penanganan tekanan darah tinggi yang ditunjang oleh pola hidup seperti diatas dan mengkonsumsi Obat Hipertensi, maka penyembuhan tekanan darah tinggi akan lebih maksimal dan terhindar dari beberapa komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kinerja mata, kelainan otak dll.

Akibat darah tinggi ini memang salah satunya menyebabkan pasien mengalami rasa pusing dan sakit kepala hingga terasa di leher.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *