Menurunkan Tekanan Darah Diastolik Dengan Cara Alami

Pada umumnya, tekanan darah memiliki 2 komponen utama, yakni tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tiap angka pertama pada pengukuran adalah tekanan sistolik. Tekanan ini menunjukkan bahwa adanya tekanan ada di dalam pembuluh darah ketika jantung memompa. Pada tekanan diastolik yang merupakan angka kedua adalah tekanan saat jantung berada dalam kondisi istirahat diantara detak.

Menurunkan Tekanan Darah Diastolik Dengan Cara Alami

Tekanan darah diastolik yang tinggi, juga dikenal dengan tekanan darah tinggi diastolic (IDH). Berbeda dari tekanan darah tinggi sistolik atau peningkatan dari kedua tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. IDH atau tekanan darah tinggi diastolic seringkali bisa dikontrol dengan baik lewat perubahan pribadi dan gaya hidup, walaupun sebenarnya dokter mungkin juga akan menyarankan pengobatan juga. Mengatasi tekanan darah diastolik dapat dilakukan sendiri. Caranya adalah :

— Olahraga rutin.

Jalan untuk menurunkan berat badan hampir selalu membutuhkan olahraga rutin. Tapi menambahkan olahraga dalam rutinitas Anda menambahkan lebih dari sekadar membantumu menurunkan berat badan. Seperti menurut laporan “Archives of Internal Medicine” pada Februari 1996, perubahan gaya hidup termasuk menambahkan kegiatan olahraga mampu membantu mengurangi tekanan darah tinggi diastolik hingga 9 angka pada pria. Dengan latihan secara rutin juga mengurangi keseluruhan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyumbatan pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung.

— Melakukan diet yang sehat.

Diet termasuk salah satu penyumbang utama kedua untuk program penurunan berat badan. Cara makan yang sehat dengan pembatasan kalori yang moderat adalah kuncinya dan bisa membantu mengurangi tekanan darah diastolik. Misalnya, sebuah penelitian pada Mei 2005 di “American Journal of Clinical Nutrition” menemukan bahwa diet yang terdiri dari makanan rendah lemak susu, sayuran, daging tanpa lemak, buah dan membatasi garam bisa menurunkan tekanan darah diastolik setinggi 1 – 6,4 %.

— Penurunan berat badan.

Salah satu kondisi yang paling umum yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi diastolik adalah karena kelebihan berat badan. Dilansir laporan “JAMA Internal Medicine” pada Maret 2009, setiap satu peningkatan angka BMI (Indeks Massa Tubuh) meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi diastolik setinggi 6.0%. Sisi positif dari penemuan ini adalah bahwa hal ini menyajikan solusi yang alami: menurunkan berat badan. Dari laporan “American Journal of Clinical Nutrition” pada Februari 2013 menunjukkan bahwa pengurangan lemak di tubuh juga secara signifikan mengurangi tekanan darah diastolik, sehingga ini adalah salah satu langkah paling penting yang bisa dilakukan untuk mengendalikan IDH.

— Bicaralah dengan Dokter.

Pada umumnya, IDH biasanya dapat diatur dengan perubahan gaya hidup. Meski pentingnya IDH masih menjadi topik perdebatan dalam komunitas medis. Jelas bahwa tekanan darah tinggi diastolik menampilkan lebih sedikit risiko untuk penyakit jantung di masa depan nanti dibandingkan dengan tekanan darah tinggi sistolik. Menurut laporan tahun 1995 yang diterbitkan di “Hypertension,” IDH adalah hal yang umum, tapi orang-orang dengan kondisi tersebut lebih sedikit yang menderita serangan jantung jika dibandingkan dengan orang-orang dengan tekanan darah sistolik yang meningkat atau peningkatan baik di tekanan darah sistolik ataupun diastolik. “Laporan Ketujuh dari Komite Nasional Gabungan Pencegahan, Deteksi, Evaluasi, dan Perawatan Tekanan Darah Tinggi” merekomendasikan agar tekanan darah sistolik dimonitor dan dikendalikan dengan hati-hati. Hal ini dianggap lebih penting daripada tekanan darah diastolik dalam hal memprediksi risiko penyakit jantung di masa depan, tapi tekanan darah tinggi diastolik dapat menjadi pemicu untuk tekanan darah tinggi yang umum, jadi penting untuk menanganinya sebagai tindakan pencegahan.

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *