Mengapa Hipertensi Dan Diabetes Saling Berkaitan?

Mungkin Anda belum mengetahuinya, akan tetapi penyakit Hipertensi dan Diabetes berkaitan erat. Keduanya disebut penyakit yang “komorbiditas”, dan memungkinkan muncul pada pasien yang sama. Namun sayangnya, Diabetes menyebabkan sulitnya untuk mengobati tekanan darah tinggi, sedangkan tekanan darah tinggi atau Hipertensi membuat Diabetes semakin berbahaya.

Mengapa Hipertensi Dan Diabetes Saling Berkaitan

Mengapa Hipertensi dan Diabetes terjadi bersamaan? Ada beberapa jawaban mengapa dua kondisi tersebut sering terjadi bersamaan.

Hipertensi dan Diabetes memiliki sifat-sifat fisiologis yang sama.

Hipertensi dan Diabetes cenderung terjadi secara bersamaan karena keduanya memiliki ciri-ciri fisiologis tertentu, seperti efek yang disebabkan oleh masing-masing penyakit cenderung membuat penyakit lain lebih mungkin terjadi. Dalam kasus Hipertensi dan Diabetes, efek-efek tersebut meliputi :

  • Peningkatan volume cairan, Diabetes meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, yang cenderung meningkatkan tekanan darah
  • Peningkatan kekakuan arteri, Diabetes menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan tekanan darah rata-rata.
  • Gangguan penanganan insulin, Menyebabkan terjadinya perubahan dalam cara tubuh memproduksi dan menangani insulin dapat langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Hipertensi dan Diabetes, juga memiliki faktor pemicu yang sama.

Kedua penyakit tersebut, memiliki kecenderungan terhadap faktor pemicu risiko yang sama.

Diet tinggi lemak yang kaya garam dan gula yang diproses menempatkan beban lebih pada aktivitas produksi enzim dan sistem kardiovaskular. Juga akibat rendahnya tingkat aktivitas fisik menurunkan efisiensi insulin dan menyebabkan arteri kaku dan respon sistem kardiovaskular yang buruk. Juga faktor dari kelebihan berat badan memiliki konsekuensi yang sama dan merupakan faktor risiko yang kuat untuk baik Hipertensi dan Diabetes.

Hipertensi dan Diabetes, mempengaruhi pasien yang sama.

Sama seperti tingkat faktor risikonya, penderita penyakit tertentu dapat dipengaruhi oleh faktor risiko salah satu dari kedua kondisi ini. Hipertensi dan Diabetes, keduanya  dapat dianggap sebagai penyakit yang “berbagi pasien”, sebab masing-masing penyakit cenderung mempengaruhi pasien yang sudah berisiko untuk kondisi yang lain. Hal ini mirip dengan konsep faktor risiko yang sama.

Contoh misalnya, adalah data seseorang telah menunjukkan bahwa dia adalah seorang perokok yang merokok lebih dari satu bungkus rokok sehari lebih mungkin untuk minum minuman beralkohol dibanding mereka yang tidak merokok. Benda “rokok” dan “alkohol” sebenarnya tidak memiliki kesamaan, namun aktivitas “merokok” dan “minum alkohol” memiliki kesamaan. Demikian juga, pada orang-orang yang terlibat dalam gaya hidup yang menyebabkan Diabetes, cenderung mengikuti pola yang menempatkan mereka pada risiko penyakit Hipertensi.

Pasien Diabetes yang mengalami peningkatan terhadap kadar gula darah, dan kondisi seperti ini memiliki banyak sekali konsekuensi. Diantaranya adalah kerusakan terhadap pembuluh darah yang sensitif secara perlahan atau yang disebut dengan Kapiler.

Akibat rusaknya Kapiler ini, secara langsung dapat menganggu ginjal dan merusak kemampuan tekanan darah yang mengatur ginjal, menyebabkan Hipertensi. Peningkatan tekanan darah ini menyebabkan perubahan kecil dalam aliran darah, yang mempengaruhi kapiler sensitif lainnya sehingga mengalami kerusakan tambahan.

Akibat tekanan darah yang naik, juga mempengaruhi sekresi insulin dari Pankreas, yang mengarah ke gula darah yang lebih tinggi. Dengan cara ini, kombinasi Hipertensi dan Diabetes, adalah suatu sistem yang memicu untuk memperparah kondisi tersebut, dan akhirnya menyebabkan kedua penyakit cenderung semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Seberapa umum Hipertensi terjadi pada penderita Diabetes? Menurut data kesehatan menunjukan pada Diabetes tipe 1, adalah :

5% dari pasien Diabetes memiliki Hipertensi yang berlangsung dalam 10 tahun.
33% memiliki Hipertensi dalam 20 tahun.
70% memiliki tekanan darah tinggi pada usia 40.

Dalam penelitian Diabetes tipe 2, dalam data menunjukkan jika hampir 75% dari pasien penderita ginjal (komplikasi umum) pasti memiliki Hipertensi. Pasien dengan Diabetes tipe 2 tapi yang tidak ada masalah ginjal, tingkat tekanan darah tinggi adalah sekitar 40%. Namun secara keseluruhan, jika dirata-ratakan pada seluruh penderita Diabetes dan semua rentang usia, sekitar 35% dari semua orang dengan Diabetes pasti memiliki juga Hipertensi.

Posted by Obat Hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *