Ketahui Lebih Dalam Jenis-jenis Hipertensi

Ketahui Lebih Dalam Jenis-jenis Hipertensi,- Selamat datang kembali pada situs Obat Hipertensi. Untuk Anda penderita hipertensi maupun pembaca lain, ada baiknya jika Anda mengetahui apa-apa saja dari jenis-jenis hipertensi. Seperti yang Anda ketahui bahwa hipertensi adalah tekanan darah yang melebihi batas normal, yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan fungsi dan struktur pembuluh darah, kerusakan pada organ jantung, ginjal, serta otak. Dapat memicu penyakit jantung dan stroke yang akan menyebabkan kematian.

Maka dari itu, Anda wajib untuk mengetahui apa-apa saja dari jenis-jenis hipertensi. Dan berikut diantaranya:

1. Hipertensi primer (essential hypertension)
Mengenai perjalanan penyakit bagaimana seseorang dapat terkena hipertensi jenis ini belum banyak penjelasan tentangnya. Namun yang pasti penyakit ini berkaitan dengan faktor keturunan, dan merupakan hasil kombinasi antara faktor lingkungan (gaya hidup, makanan, stres) dan keturunan. Kejadiannya meningkat seiring meningkatnya usia, semakin tua semakin tinggi angka kejadiannya.

2. Hipertensi Sekunder
Adalah kondisi hipertensi yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit lain seperti pada penyakit ginjal akut maupun kronis, kontrasepsi oral (pil kb), penyakit pada pembuluh darah di ginjal, sindrom cushing, gangguan hormon tiroid (hipotiroid, hipertiroid, hiperparatiroid), sindrom sleep apnea.

3. Hipertensi Resisten
Hipertensi pada orang yang tekanan darahnya menetap diatas 140/90 mmHg meskipun telah diberikan obat-obat antihipertensi seperti diuretik maupun obat kombinasi yang dianjurkan. Hipertensi resisten lebih banyak terjadi pada pasien lanjut usia (usia diatas 60 tahun) dibanding pasien yang lebih muda. Evaluasi pada pasien hipertensi resisten dapat dilakukan dengan memonitor tekanan darah di rumah untuk menentukan apakah nilai tekanan darah saat diperiksa dipusat pelayanan merupakan nilai tekanan darah yang biasa dialami di rumah. Hal ini untuk membedakan antara hipertensi resisten dengan pseudoresisten. Pseudoresisten maksudnya adalah nilai tekanan darah yang tinggi saat diukur di pusat layanan kesehatan dan rendah saat diukur di rumah.

4. Hipertensi Maligna
Merupakan sindrom yang berkaitan dengan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba pada pasien yang sebelumnya terdiagnosis hipertensi atau berhubungan dengan hipertensi yang tiba-tiba dimana sebelumnya memiliki tekanan darah yang normal. Sindrom ini dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada dinding pembuluh nadi akibat karena adanya penumpukan substansi yang bernama fibrin, dapat juga substansi yang menghambat aliran darah di dalam pembuluh arteri. Pada hipertensi maligna biasanya didapatkan tekanan darah diastolik diatas 120 mmHg. Namun bisa juga terjadi dengan tekanan darah diastolik serendah 100 mmHg dimana sebelumnya memiliki tekanan darah normal dengan hipertensi akut akibat preeklamsia atau glomerulonefritis akut. Hipertensi maligna ini biasa ditandai dengan adanya perdarahan retina mata, adanya eksudat atau terjadi pembengkakan pada papil mata (papilledema). Bisa juga berkaitan dengan hipertensi ensefalopati.

5. Hipertensi Urgensi
Merupakan hipertensi yang berat, dimana tekanan darah sistolik ≥ 180 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 120 mmHg yang terjadi tanpa adanya tanda-tanda awal terjadi kerusakan organ.

6. Hipertensi Emergency
Hipertensi yang sama dengan kriteria pada hipertensi urgensi namun sudah disertai adanya tanda-tanda akut terjadi kerusakan organ. kerusakan organ yang dimaksud sebagai contoh adalah edema paru (penumpukan cairan di paru secara tiba-tiba), gagal jantung akut, perdarahan retina mata, gagal ginjal akut, atau stroke dan lainnya. Tindakan pada hipertensi emergency ini harus segera ditangani lebih progresif karena dapat mengancam jiwa pasien tersebut.

7. Hipertensi sistolik terisolasi
Hipertensi yang mana tekanan darah sistolik berada diatas 160 mmHg, sedang tekanan darah diastolik dibawah 90 mmHg. Umumnya terjadi pada pasien lanjut usia (lansia). Merupakan 60 sampai 75 persen kasus hipertensi yang terjadi pada lansia.

8. Hipertensi white coat
Hipertensi white coat adalah jenis hipertensi yang berhubungan dengan kecemasan saat berada di layanan kesehatan seperti misalnya gugup atau cemas saat akan bertemu dokter atau perawat.

Hasil pengukuran tekanan darah seseorang saat diukur di pusat layanan kesehatan didapatkan masuk kategori hipertensi derajat 1, namun begitu diukur di rumah tekanan darah menjadi kurang dari 135/85 mmHg. Hal ini sering dikenal sebagai hipertensi white coat. Terjadi pada hampir 15 sampai 20% pasien dengan hipertensi derajat 1. Hal ini dimungkinkan berhubungan dengan kecemasan saat berada di layanan kesehatan seperti misalnya gugu atau cemas saat akan bertemu dokter atau perawat.

Ketahui Lebih Dalam Jenis-jenis Hipertensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *