Hipertensi Dan Penyakit Ginjal

Hipertensi Dan Penyakit Ginjal,- Penyakit hipertensi harus diwaspadai karena penyakit satu ini adalah penyakit yang tidak mengenal usia. Persentasi penyakit hipertensi cenderung mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Jika seseorang tekanan darah sistolik dan diastoliknya lebih di atas batas normal yaitu 140/80 mmHg, sudah dipastikan orang tersebut terkena hipertensi. Hipertensi dikuatkan dengan beberapa faktor yang ditemukan pada penderita, misalnya risiko mengalami kegemukan atau karena kolesterol. Pada kelompok ini tetap perlu diberikan pengobatan untuk mengatasi hipertensi

hipertensi dan gagal ginjalDalam darah, dialiri asupan-asupan lemak ke sel-sel pembuluh darah. Selanjutnya dinding pembuluh darah yang makin tebak karena timbunan lemak akan mempersempit pembuluh darah. Jika hal ini terjadi pada ginjal, maka kerusakan akan terjadi dan berakibat pada penyakit gagal ginjal,

Hipertensi pada dasarnya adalah penyakit yang merusak pembuluh darah. Jika pembuluh darahnya berada pada ginjal, ginjal lah yang akan mengalami kerusakan. Belum lagi jika salah sati kinerja organ ginjal adalah memproduksi enzim angio tension. Selanjutnya diubah menjadi angio tension II yang menyebabkan pembuluh darah mengkerut atau menjadi keras. Pada saat seperti inilah terjadi hipertensi.

gagal-ginjalKesimpulannya, Hipertensi adalah penyakit yang mau tidak mau akan berakibat pada penyakit gagal ginjal. Bahkan hipertensu pada gilirannya menjadi salah satu faktor resiko meningkatnya kematian pada pasien Hemodialisis (pasien ginjal yang menjalani terapu pengganti ginjal dengan cara cuci darah).

Naiknya tekanan darah di atas ambang batas normal bisa merupakan salah satu gejala munculnya penyakit pada ginjal. Beberapa gejala-gejala lainnya seperti berkurangnya jumlah urine atau sulit berkemih, edema (penimbunan cairan) dan meningkatnya frekuensi berkemih terutama pada malam hari.

Jika sudah dinyatakan gagal ginjal tahap akhir, maka pasien harus menjalankan terapi pengganti ginjal seumur hidupnya. Ada 3 jenis terapi pengganti pengganti ginjal yaitu Transplantasi (cangkok ginjal), Hemodialisis (sering disebut juga dengan cuci darah), Peritoneal Dialisis (CAPD : Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) yang semuanya membutuhkan dana yang cukup besar. (suarakarya-online.com/news.)

Hipertensi Dan Penyakit Ginjal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *