Hamil Dengan Kondisi Menderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat terjadi pada siapapun termasuk ibu hamil.

Hamil Dengan Kondisi Menderita Hipertensi

20% dalam kehamilan, gangguan Hipertensi termasuk yang cukup membuat ibu hamil kesulitan. Hal ini tidak hanya menganggu saat hamil, namun bisa terus menerus terjadi hingga tiba masa bersalin.

Hipertensi sendiri adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih dari angka normal yaitu 140/90 mmHg. Pengukuran tekanan darah dilakukan sekurang-kurangnya 2 kali, untuk memastikan apakah benar pasien mengalami tekanan darah tinggi atau tidak.

Ada 5 jenis Hipertensi yang menjadi penyulit dalam masa kehamilan, diantaranya :

  • Hipertensi gestasional.
  • Preeklamsia.
  • Superimposed preeklamsia.
  • Hipertensi kronik.
  • Eklamsia.

Khusus pada Hipertensi Preeklamsia, jenis Hipertensi ini adalah lebih mungkin terjadi pada wanita yang baru pertama mengalami kondisi hamil, wanita yang mengandung pada usia muda (di bawah 20 tahun) atau mengandung pada usia tua (di atas 40 tahun), memiliki ibu (kandung atau mertua) atau saudara dengan riwayat penyakit Hipertensi terkait kehamilan, memiliki kelebihan berat badan, mengandung bayi kembar, atau memiliki riwayat penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau masalah ginjal.

Hipertensi yang tidak mendapat penanganan dengan tepat pada ibu hamil dapat berdampak buruk. Diantaranya ibu hamil bisa mengalami kelahiran prematur di masa mendatang (menjelang persalianan), aliran darah ke plasenta berkurang, pertumbuhan janin terhambat, Abrupsio plasenta, bayi meninggal dalam kandungan, serta berkemangnya penyakit kardiovaskular.

Penanganan Hipertensi pada ibu hamil harus segera dilakukan agar tidak membahayakan pun untuk ibu hamil dan bayi di dalam kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Harga Diskon Menarik Pada Setiap Pembelian QnC Jelly Gamat, Selengkapnya Klik Disini !