Berhenti Menstruasi, Bisa Picu Hipertensi

Julukan ‘silent killer‘ tersemat pada penyakit Hipertensi, mengapa demikian? Hal ini terkait karena penyakit ini tidak banyak disadari orang-orang yang menderitanya. Dan menurut Arieska Ann Soenarta yang merupakan dokter spesialis jantung, Hipertensi memicu penyakit mematikan seperti Stroke, masalah Jantung, dan pembuluh darah.

Berhenti Menstruasi, Bisa Picu Hipertensi

Bukan hanya itu, Hipertensi termasuk bagian dari faktor risiko utama dari Stroke, dan menjadi penyebab turunnya kognitif serta demensia.

Lagi-lagi menurut ahli kesehatan dikatakan bahwa sudah menjadi rahasia umum jika ada hubungan linier antara tekanan darah dengan tingkat kematian, misalnya akibat Stroke. Menurutnya, semakin tua usia seseorang, wajar apabila tekanan darahnya meningkat dan peningkatan itu juga bisa terjadi pada saat kehamilan.

Saat hamil, hormon Estrogen yang berperan penting dalam meningkatkan tekanan darah, sama seperti saat memasuki fase Menopause. Sedangkan pada seorang wanita yang mulai berhenti menstruasi hormon Estrogen akan menurun secara signifikan dan karena hal inilah, justru dapat merusak sel endotel yang memicu plak di pembuluh darah. Plak di pembuluh darah dapat memicu tekanan darah tinggi yang menyebabkan penyakit kardiovaskular (cardio vascular disease/CVD) dan bahkan Stroke.

Pada pria, penurunan hormon tidak terlalu membawa dampak pada risiko Hipertensi. Namun jika gaya hidupnya tidak sehat, seperti contohnya adalah obesitas dan pecandu rokok, risiko Hipertensi tetap akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *