Benarkah Rokok Adalah Penyebab Hipertensi?

Benarkah Rokok Adalah Penyebab Hipertensi? Mungkin inilah pertanyaan yang ada pada benak Anda sebagai perokok, maupun yang bukan perokok. Berdasarkan hasil penelitian dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, menyatakan bahwa 1 dari 3 penderita hipertensi adalah sekorang perokok. Hanya dengan menderita hipertensi saja, sudah cukup untuk menghantarkan jaringan tubuh kita terhadap resiko penyakit yang lebih tinggi seperti stroke dan jantung, apalagi jika kita seorang perokok, resiko mendatangkan penyakit kardiovaskuler menjadi 2-3 kali lipat besar kemungkinannya. Selain itu, penderita juga akan lebih beresiko hingga 3-5 kali lebih besar lebih dekat dengan kematian akibat serangan jantung dan stroke dibandingkan dengan yang tidak merokok. Disamping itu, kemungkinan untuk meninggal karena stroke lebih besar dua kali lipat. Semuanya merupakan hasil dari analisis medis yang sudah dilakukan secara berulang-ulang dan akurat agar perokok lebih berpikir lagi jika tidak ingin mengalami resiko yang merugikan tersebut.

bahaya merokokMerokok yang merupakan kebiasaan di masyarakat pedesaan yang menjadi rutinitas  pada pagi dan setelah makan (Ngateni, 2010). Menurut Sianturi (2004) rokok mengandung nikotin yang menyebabkan ketagihan sehingga akan merangsang jantung, saraf, otak dan bagian tubuh lainnya bekerja tidak normal, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi dan tekanan kontraksi jantung. Merokok juga diketahui memberikan efek perubahan metabolik berupa pelepasan hormon pertumbuhan, serta meningkatkan asam lemak bebas, gliserol dan laktat, menyebabkan penurunan HDL (High Density Lipid) kolesterol, meningkatkan LDL (Low Density Lipid) kolesterol dan trigliserida, juga berperan sebagai penyebab peningkatan resistensi insulin yang dapat menyebabkan hiperinsulinemia sehingga berdampak buruk pada jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi serta peningkatan resiko penyakit jantung koroner ataupun kematian otot jantung .

Selain itu, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa asam rokok diketahui memiliki tidak kurang dari 4000 jenis bahan kimia yang akan merugikan kesehatan baik untuk perokok aktif maupun pasif. Dimana jika seseorang menghisap rokok, denyut jantungnya akan meningkat sampai 30% setelah 10 menit, kemudian tekanan sistoik naik hingga 100% dan diastoliknya naik mencapai 7%. Secara kronis pengaruhnya memang belum diketahui dengan jelas akan tetapi penelitian epidemiologi diketahui bahwa kalangan perokok menderita komplikasi kardiovaskuler 2-3 kali lebih sering bila dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Seseorang akan dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darahnya lebih tinggi daripada 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik (ditulis 140/90) (Corwin, 2001). Hipertensi adalah penyakit yang merupakan penyebab utama dari terjadinya gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi disebut sebagai silent killer karena orang dengan hipertensi sering tidak menampakkan gejala. Institut Nasional Jantung, Paru dan Darah memperkirakan separuh orang yang menderita hipertensi tidak sadar akan kondisinya. Begitu penyakit ini diderita, tekanan darah pasien harus dipantau dengan interval teratur karena hipertensi merupakan kondisi seumur hidup (Smeltzer dan Bare, 2002).

Jadi bagaimana? Apakah artikel diatas ini membantu? Semoga dapat bermanfaat ya. Untuk Anda perokok sebaiknya mulai kurangi konsumsi dan perlahan menjauhinya, meski susah tapi kesehatan adalah yang paling penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *